Mengajak Anak dan Orang Tua Memilah dan Mengolah Sampah

Bandar lampung– Tim dosen Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang terdiri dari Okky Fajar Tri Maryana (Fisika), Muhammad Hajid An Nur (DKV) dan Ikah Ning P (Fisika) melaksanakan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) melalui kegiatan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan untuk anak dan orang tua. PPM yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemenristekdikti tahun anggaran 2019 ini dilaksanakan hari Sabtu 12 Oktober 2019 lalu di komunitas Rumah Belajar Aulia Rahman, Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung. Tim berkolaborasi dengan dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sumatra mengusung tema Yuk, Pilah dan Olah Sampah Kita .

Berita PKM Fisika ITERA yang terbit di Harian Radar Lampung

PPM diikuti oleh 20 anak-anak dengan rentang umur 3-11 tahun yang didampingi oleh orang tuanya. Pada kegiatan tersebut orang tua diwajibkan untuk turut serta bersama anak melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah sehingga terjalin kerjasama dan kekompakan di antara keduanya.

Kegiatan dimulai dengan pengadaan pre-test guna mengetahui pemahaman anak dan orang tua terhadap pengetahuan mengenai pilah memilah dan mengolah sampah. Peserta dan para orang tua dipandu oleh fasilitator kelas untuk melaksanaakan kegiatan permainansederhana dalam mengenal jenis dan pemilahan sampah khususnya sampah rumah tangga. Sebelum dilakukan permainan, fasilitator menjelaskan dan memperkenalkan jenis-jenis sampah di antaranya yaitu sampah plastik, sampah botol plastik, sampah daun dan ranting serta sampah kertas.

Nampak antusiasme anak dan para orang tua dalam melakukan permainan pemilahan sampah. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan rentang usia. Kelompok pertama untuk anak berusia 3-5 tahun, kelompok kedua 6-8 tahun dan kelompok ketiga 9-11 tahun. Ketiga kelompok tersebut melakukan pemilahan dengan mengambil satu sampah yang masih tercampur kemudian memindahkan ke kotak yang diberi petunjuk gambar di luar kotak secara cepat dan tepat. Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses, meskipun demikian sebagian sampah masih bisa di manfaatkan.

Kegiatan selanjutnya adalah pelatihan pembuatan ecobrick. Ecobrick adalah metode untuk meminimalisir sampah dengan media botol plastik yang diisi penuh potongan kecil sampah berjenis plastik. Fasilitator membangun suasana belajar sambil bermain, sampah plastik yang sudah di pilah tadi dipotong-potong kemudian dimasukan ke botol plastik sampai penuh dan padat, dan jadilah botol-botol ecobrick yang siap di bentuk menjadi perabotan yang dapat dimanfaatkan.

Tidak cukup sampai di sana, setelah pembuatan ecobrick, masing-masing kelompok peserta diajarkan jua cara membuat tas dari baju yang sudah tidak di gunakan kembali. Peserta bersama orang tuanya menggunakan spidol, baju, gunting, dan peralatan lainnya yang telah disediakan.  Mereka mampu membuat tas dari baju yang sudah tidak terpakai.

Penanaman sikap mencintai lingkungan sejak usia dini penting untuk generasi yang akan datang dan keberlangsungan alam. Capaian dari kegiatan PPM yang dilakukan tersebut adalah mengajarkan anak dan menyadarkan para orang tua bahwa sampah dapat di olah dan di manfaatkan menjadi ecobrick/tas kain/dan barang berguna lainnya. Pada akhir acara, Postest dilakukan untuk mengetahui hasil dari kegiatan PPM hari itu. Para orang tua orang tua juga diminta untuk memantau anak-anak mereka selama 7 hari melalui jurnal harian yang diberikan untuk mengetahui dampak setelah anak mengikuti kegiatan tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top